DHT11 Sensor dengan Arduino Uno

Dalam kesempatan kali ini kita akan membuat sebuah project untuk mengukur suhu dan kelembaban udara, dimana kita menggunakan sensor dht11.

Sensor dht11 sendiri memilik chip yang bisa melakukan konversi dari analog ke digital jadi barang elektronik ini sangat canggih! bisa mengeluarkan sinyal digital dengan suhu dan kelembaban.

Spesifikasi pada DHT11
1. Rentang Suhu : 0 to 50 ºC +/-2 ºC
2. Rentang Kelembaban : 20 to 90% +/-5%
3. Arus : 3 – 5.5 V DC

DHT11 Sensor Kelembaban dan Suhu

DHT11 memiliki 4 pin, dari kiri ke kanan :

  1. pin 1 connect ke 5V
  2. pin 2 boleh dikonekan ke pin manapun
  3. tidak dipakai
  4. GRD
bentuk schematic

sebelum praktek pastikan library yang dibutuhkan di install, yaitu dengan cara seperti berikut ini :
buka Arduino IDE, klik sketch -> include library -> manage libraries, search DHT lalu pilih seperti dibawah ini :

library dht
// ketikan kode dibawah ini :

include "DHT.h"
 define DHTPIN 2
 define DHTTYPE DHT11
 DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);
 void setup() {
   Serial.begin(9600);
   Serial.println("DHT Mulai!");
 dht.begin();
 }
 void loop() {
   delay(3000);
 float h = dht.readHumidity();
   // Read temperature as Celsius
   float t = dht.readTemperature();
   // Read temperature as Fahrenheit
   float f = dht.readTemperature(true);
 if (isnan(h) || isnan(t) || isnan(f)) {
     Serial.println("Gagal membaca dari DHT sensor!");
     return;
   }
 float hi = dht.computeHeatIndex(f, h);
 Serial.print("Humidity: "); 
   Serial.print(h);
   Serial.print(" %t");
   Serial.print("Temperature: "); 
   Serial.print(t);
   Serial.print(" *C ");
   Serial.print(f);
   Serial.print(" *Ft");
   Serial.print("Heat index: ");
   Serial.print(hi);
   Serial.println(" *F");
 }


jika sudah benar, maka hasil outputnya seperti berikut ini :

output dari dht11

Project Simple I2C+LCD 16×2 Arduino

Dalam tutorial kali ini kita akan belajar cara membuat display dengan menggunakan lcd dan arduino.
ada beberapa komponen yang dibutuhkan dalam project ini :

  1. Arduino UNO
  2. 16×2 LCD display dengan I2C module -> I2C pastikan sudah ter-solder dengan lcdnya yah
  3. 4 kabel jumper -> Male to Female
  4. USB Kabel
Gambaran komponen yang akan kita buat, saya menggunakan software fritzing

Penjelasan:
1. Hubungkan kabel GRD ke GRD (kabel warna hitam)
2. Hubungkan kabel 5V ke VCC (kabel warna merah)
3. Hubungkan kebel A4 ke SDA (kabel warna kuning)
4. Hubungkan kabel A5 ke SCL (kabel warna biru)

Jika semua kabel jumper sudah terhubung, saatnya buka Arduino IDE
klik sketch -> include library -> manage libraries
jika sudah carilah LiquidCrystal_I2C dan install

Install LiquidCrystal_I2C Lib

Ketik kode berikut ini :

#include 
#include 

void setup()
{
 lcd.begin(); // memulai lcd
 lcd.backlight();
 lcd.setCursor(0,0); // set kursor untuk kolom 0 dan baris 1
 lcd.print("Hello World!!"); // tampilan pesan pada layar lcd
 lcd.setCursor(1,1); // set kursor untuk kolom 1 dan baris 1
 lcd.print("-Arduino-"); // tampilan pesan pada layar lcd
}
void loop()
{
} 

Menggunakan Google Spreadsheet sebagai backend dengan JSON

Saya tertarik untuk mengulas artikel ini -> https://coderwall.com/p/duapqq/use-a-google-spreadsheet-as-your-json-backend sebelumnya saya sudah mencobanya dan berhasil ketika diconvert menjadi json tetapi responsenya sangat wow banyak data yang saya tidak perlukan, contoh hasil dari screenshot

JSON Response



data dummy yang saya buat dari Google Spreadsheet

Data yang saya miliki

lalu bagaimana cara saya menconvert data dari Google Spreadsheet menjadi json yang akan saya konsumsi?? tentunya saya ingin data tertentu saja yang saya ingin konsumsi, selain data yang ada di Google Spreadsheet.

Pertama kita membutuhkan Apps Script untuk membuat response json, klik link berikut -> https://www.google.com/script/start/
kalau sudah klik button Start Script untuk membuat scriptnya:

Tampilan Google Script

Masukan kode berikut ini, dan yang paling penting adalah sesuaikan nama sheetnya.

function doGet(e){

 // url
 var ss = SpreadsheetApp.openByUrl("https://docs.google.com/spreadsheets/d/1L0fji4jKe3D5NdvxXZSMSzQgbmiu15a_SE33pYa26EY/edit#gid=0");

// ganti nama sheetnya, contoh punya saya disini Users
 var sheet = ss.getSheetByName("Users");
 return getUsers(sheet); 
}
function getUsers(sheet){
  var jo = {};
  var dataArray = [];
  var rows = sheet.getRange(5, 1, sheet.getLastRow()-1, sheet.getLastColumn()).getValues();
  
  var rows = sheet.getDataRange().getValues();
  
  for(var i = 0, l= rows.length; i<l ; i++){
    var dataRow = rows[i];
    var record = {};
    record['nis'] = dataRow[0];
    record['nama'] = dataRow[1];
    record['umur'] = dataRow[2];
    record['nama_sekolah'] = dataRow[3];
    
    dataArray.push(record);
    
  }  
  
  jo.user = dataArray;
  
  var result = JSON.stringify(jo);
  
  return ContentService.createTextOutput(result).setMimeType(ContentService.MimeType.JSON);
  
}  

Jika sudah, klik menu file lalu save dengan nama yang diinginkan, lalu klik menu publish > Deploy as web app > update

Project version harus diupdate jika source kode ada yang berubah
proses selesai

Setelah selesai dideploy, linknya bisa kita copy ke browser dan hasilnya kurang lebih seperti berikut ini

Json Response

note : jika di spreadsheet data bertambah atau ada yang diupdate, maka jsonpun akan berubah otomatis.

Mudahnya Membuat Aplikasi Android dengan App Inventor 2

Mudahnya membuat aplikasi android dengan menggunakan App Inventor. Dalam kesempatan ini kita akan belajar cara membuat aplikasi android menggunakan App Inventor, aplikasi yang kita buat adalah aplikasi yang sangat basic yaitu tentu saja “Hello World!”, kalimat yang tidak asing dikalangan programmer hehe…

App Inventor sangat berbeda dari aplikasi development android yang lainnya, karena App Inventor dijalankan pada web browser kita, tidak perlu diinstall langsung bisa develop, gimana keren bukan??

oke, langsung aja nih menuju https://appinventor.mit.edu/explore/ lalu kalau sudah klik bagian kanan atas untuk create apps!

create apps! untuk memulai membuat aplikasi

create apps akan redirect membawa kita ke akun google gmail untuk login, silahkan teman-teman login. Jika sudah selesai maka akan muncul tampilan berikut ini :

Tampilan App Inventor

Drag lah Button pada palette bagian user interface ke view screen1 dengan menggunakan mouse.

Drag button ke screen

Jika sudah, maka selanjutnya adalah klik pada bagian Components yaitu Button1 lalu rename component button menjadi BtnClick lalu klik ok, seperti gambar berikut ini

Rename Button

Kita ingin membuat button menjadi lebih lebar dan tentu mengganti nama button menjadi Click, caranya adalah pertama click bagian components yaitu BtnClick, lalu perhatikan bagian properties otomatis akan berubah untuk konfigurasi button BtnClick. Ubahlah width menjadi Fill Parent, text menjadi Click, lalu TextAlignment menjadi Center : 1, seperti gambar berikut ini :

konfigurasi pada properties BtnClick

teman-teman bisa juga mengganti nama title pada screen1, caranya sama seperti mengkonfigurasi button, click pada bagian components screen1, lalu ganti Title.

tahap selanjutnya adalah kita perlu menambahkan label ke screen untuk menampilkan Hello World!, tetapi kita ingin kalimat Hello World muncul setelah kita menclick Button, oke langsung aja tampilanya seperti berikut ini :

Tampilan label setelah dikonfigurasi

masih ingat bukan cara konfigurasinya? hampir sama seperti button, ingat kita klik components label untuk menkonfigurasi label, yang perlu diganti adalah Width, Text, dan TextAlignment.

Jika sudah saatnya kita ngoding, tapi jangan belum punya basic ngoding jangat takut ya guys, tetap tenang dan fokus kita belajar. Klik button Blocks untuk memulai

Memulai Blocks

jika sudah maka akan ada beberapa blocks, blocks ini bisa didrag and drop sama seperti saat kita design tampilan user interface sebelumnya, ikutilah step berikut ini pada blocks

Tampilan Blocks

Klik pada screen1 lalu klik BtnClik, drag tampilan kode berikut ini ke

bagian viewer, jika sudah kita akan bekerja pada blocks selanjutnya yaitu Label1, ikuti gambar dibawah ini

Set blocks label1 untuk memunculkan text

jika sudah, maka text akan dipasang dengan melibatkan blocks pada Built-in, lihat gambar dibawah ini dan ikuti

Tahap akhir

Klik menu Project lalu save project, jika sudah kita bisa langsung mendowload APK dengan cara klik menu Build lalu save .apk to my computer.

contoh yang sudah saya install pada android:

Ketika belum di Click
Ketika Button sudah di click “Hello World!”

Cara install webmin pada CentOs 6

Webmin adalah grafis berbasis web based untuk unix. Webmin sendiri digunakan untuk mengelola layanan seperti manajemen penggunaan, disk management, networking, cron, DNS, bisa juga untuk berbagi file dan lain-lain.

tahap instalasi webmin pada centos 6 :

  • Bukalah terminal dan masuklah sebagai root
  • Buatlah file dengan nama webmin.repo, disini saya menggunakan teks editor nano, untuk teman teman boleh pakai apa saja dengan cara : nano /etc/yum.repos.d/webmin.repo
  • masukan kode berikut ini / copy & paste :

[Webmin]
name=Webmin Distribution Neutral
baseurl=http://download.webmin.com/download/yum
mirrorlist=http://download.webmin.com/download/yum/mirrorlist
enabled=1

kalau sudah tekan ctrl + o, untuk save lalu ctrl + x untuk keluar.asd

  • tahap selanjutnya adalah menginstall webmin GPG key:

ketikan pada terminal :  wget http://www.webmin.com/jcameron-key.asc

kalau sudah langkah selanjutnya update dengan cara ketik : yum check-update

lalu install, ketik kode berikut : yum install webmin
dan tahap instalasi webminpun selesai.

informasi : semua dependensi seharusnya sudah include, jadi otomatis terdeteksi.

untuk mengecek system service webmin running on atau off :
chkconfig –list | grep webmin
jika pada posisi angka 5:off
nyalakan dengan cara ketik pada terminal: chkconfig webmin on
lalu nyalakan servicenya dengan cara ketik :
service webmin start

sekarang bukalah web browser anda, dan ketikan alamat : http://ipserver-anda:10000

masukan password admin anda yg sudah anda set.

Perintah – Perintah Dasar Linux (Update)

Saya pernah menjelaskan sedikit tentang terminal pada linux terminal pada linux begitupun dangan perintah perintah basicnya pada terminal linux. Pada kesempatan kali ini saya akan shere lanjutan basic perintah dalam linux lanjutannya, langsung saja

  • man : Pada sistem Linux, manual disebut juga atau dikenal Man Pages, anda bisa menggunakan command man dan dilanjutkan dengan perintah yang dimaksud option, contoh man cal
  • pwd : pwd atau (print working directory) adalah sebuah command untuk mengetahui bahwa anda sedang berada di directory mana, simisalkan saya ketika ketik pwd output yang muncul adalah /home/rian jadi saya sekarang berada di directory rian
  • mkdir : mkdir adalah sebuah command untuk membuat directory contoh command mkdir folder_data, atau jika ingin membuat parent folder secara langsung bisa dengan cara mkdir -p data/system/server jadi secara langsung akan membuat parent folder dari data, jika kita cek menggunakan tree berikut ini:
di dalam folder data ada folder system, dan di dalam folder system ada folder server
  • mv : mv adalah sebuah command yang berfungsi untuk memindahkan/mengrename nama sebuah file, contoh menggunakannya adalah :  mv file1.txt data/ -> disini saya memindahkan file1.txt dari Desktop ke dalam folder data/, jika ingin mengganti nama atau rename bisa juga menggunakan mv dengan cara mv file1.txt data/namalain
  • echo : echo adalah sebuah perintah bawaan dari bash dan shell, perintah ini bisa digunakan dengan cara menulis, contoh : echo “hello dunia!” dan hasilnya langsung terlihat. Jika ingin menulis dan langsung menyimpannya dalam file.txt contoh : echo “hello dunia!” > dunialinux.txt otomatis tulisan hello dunia akan masuk ke dunialinux.txt
  • rm : rm adalah sebuah command untuk remove files atau folder, command rm bisa ditambah dengan beberapa options contohnya rm -r file1.txt -> artinya menghapus file1.txt dengan cara recursive, atau bisa juga dengan cara memaksa tetapi ini tidak disarankan bila tidak benar benar digunakan berhati-hatilah dalam menggunakan command yang satu ini, contoh rm -rf data/ -> artinya saya menghapus seluruh folder data dan juga parent yang ada didalam folder data dengan menggukanan recursive dan force (memaksa)

Menampilkan Splashscreen pada Aplikasi dengan Cordova

Pada kesempatan kali ini codingan maniac berkesempatan membuat tutorial bagaimana cara menampilkan splashscreen pada aplikasi dengan cordova.

yup mungkin sebagian udah pada tau apa itu splashscreen, splashscreen adalah tampilah awal program dimana splashscreen ini yang akan muncul sementara untuk menuju kemenu utama, intinya sih begitu guys.

oke langsung buka aja CLI (Command line interface) pastikan teman-teman udah buat project baru ya.. Continue reading

Membuat Mobile App Geolocation Dengan Cordova

Dalam kesempatan kali ini codinganmaniac akan memberikan sebuah tutorial bagaimana cara membuat aplikasi berbasis android dengan Cordova.

Cordova (Apache Cordova) adalah Framework Aplikasi Mobile, yang digunakan untuk membangun aplikasi mobile menggunakan bahasa seperti HTML, Css dan Javascript. untuk lebih jelasnya bisa langsung ke situs resminya langsung https://cordova.apache.org/ .

Continue reading